Untitled Document
   
  Kamis, 27 Jun 2019
:: home :: contact us :: about us
Untitled Document

:: home ppw
:: berita
:: Profile
:: Buku tamu

Totem Tantra
2006-07-06 09:57:04 - Redaksi
 
 
Pernah ada anak laki-laki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantong penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal tersebut kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri / bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku telah tercabut dari pagar.

Sang Ayah membawa anak itu ke pagar dan berkata:
“Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.”
“Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.”
 
 
 
 
Untitled Document
 
 
Copyright © 2006. Rev 2010. Created by Irsyadi S. All Right Reserved.