Untitled Document
   
  Kamis, 12 Dec 2019
:: home :: contact us :: about us
Untitled Document

:: home ppw
:: berita
:: Profile
:: Buku tamu

Konsep Wilayah
2006-11-07 07:05:29 - Thesis Kalla Manta
 
 
Suatu wilayah, dalam pengertian geografis merupakan kesatuan alam, yaitu alam yang serba sama atau bersifat homogen, atau seragam (uniform) dan kesatuan manusia yaitu masyarakat yang serba sama yang mempunyai ciri (kehususan) yang khas sehingga wilayah tersebut dapat di bedakan dari wilayah lain (Jayadinata,1986 :35).

Menurut Adisasmita (1989:52-60), bahwa konsep wilayah mengandung tiga macam pengertian yakni; wilayah homogen, wilayah nodal, dan wilayah perencanaan. Wilayah homogen diartikan sebagai suatu konsep yang menganggap bahwa wilayah geografi dapat dikaitkan menjadi suatu wilayah tunggal, apabilah wilaya-wilayah mempunyai karakteristik yang sama dalam hal ekonomis, geografis, sosial dan politik.

Wilayah nodal adalah; wilayah yang terdiri dari satuan-satuan wilyah yang heterogen, misalnya terkonsentrasinya penduduk di suatu tempat, sarana dan prasarana yang cukup tinggi dan rapi, sedangkan wilayah perencanaan adalah suatu wilayah pengembangan, dimana program-program pembangunan dilaksanakan.

Hamilton dalam saleh (1988:80), memberikan pengertian wilayah sebagai berikut : wilayah dapat didefinisikan dalam beberapa hal tergantung dari pertanyaan dan naskah yang dipecahkan; pertama; wilyah didasarkan pada adanya homogenitas fisik, ekonomi, sosial. Kedua; wilayah didasarkan pada adanya pemusatan penduduk pada suatu daerah. Ketiga ; wilayah didasarkan pada adanya kesamaan administrasi atau kesamaan politik. Pembangunan wilayah dapat didasarkan untuk tujuan-tujuan seperti efisiensi, alokasi sumber daya, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, kestabilan tingkat harga dan pemerataan pendapatan.

Dari pendekatan toritorial maupun fungsional untuk perencanaan wilayah, dapat disimpulkan bahwa pengembangan wilayah adalah upaya pembangunan dalam suatu wilayah administratif atau wilayah/kawasan tertentu agar tercapai kesejahtraan masyarakat (people property) melalui pemanfaatan peluang dan pemanfaatan sumber daya secara optimal, efisien, sinergi dan sustainauble untuk menggerakan kegiatan-kegiatan ekonomi pendapatan, iklim kondusip perlindungan dan penyediaan sarana dan prasarana.

Pada dasarnya faktor utama dalam pembangunan wilayah adalah kemajuan ekonomi wilyah atau kawasan yang bersangkutan, terutama pengembangan potensi sumber daya lokal (Anonimes, 2000), diuraikan lebih lanjut bahwa kemajuan ekonomi suatu alam sangat terkait dengan kondisi sumber daya alam (SDA) yang ada, serta kondisi sosial masyarakat (pendidikan, kesehatan, keterampilan dan sebagainya) serta prasarana dan sarana yang mendukung.
 
 
 
 
Untitled Document
 
 
Copyright © 2006. Rev 2010. Created by Irsyadi S. All Right Reserved.