Untitled Document
   
  Kamis, 27 Jun 2019
:: home :: contact us :: about us
Untitled Document

:: home ppw
:: berita
:: Profile
:: Buku tamu

Konsep Otonomi dan Pemekaran Wilayah
2006-11-07 07:06:23 - Thesis Kalla Manta
 
 
Pembangunan atau pengembangan dalam arti Development, bukanlah suatu kondisi atau suatu keadaan yang ditentukan oleh apa yang dimiliki manusianya, dalam hal ini penduduk setempat. Sebaliknya pengembangan itu adalah kemampuan yang ditentukan oleh apa yang dapat mereka lakukan dengan apa yang mereka miliki, guna meningkatkan kualitas hidupnya, dan juga diartikan sebagai keinginan untuk memperoleh perbaikan, serta kemampuan untuk merealisasikannya.

Pengembangan suatu wilayah itu tidak lain dari usaha mengawinkan secara harmonis sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi dengan memperhitungkan daya tampung lingkungan itu sendiri. Kesemuanya itu untuk memberdayakan masyarakat.

Pinchemel (1985) menjelaskan, bahwa pengembangan wilayah pada suatu daerah tertentu biasanya terkait dengan masalah ketidakseimbangan demografi, tinggi biaya atau ongkos produksi, penurunan taraf hidup masyarakat, ketertinggalan pembangunan, atau adanya kebutuhan yang sangat mendesak.

Wayong (1975 : 5) menyatakan, bahwa otonomi daerah sebagai “kebebasan bergerak memerintah dan menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri atau inisiatif sendiri dalam lingkungan daerah sendiri. Kekuasaan mana oleh pemerintah dapat diberikan kepada daerah-daerah”.

Djohan (1998), menyatakan bahwa otonomi daerah yaitu; kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas wilayah tertentu yang bentuk, berhak, berwenang dan berkewajiban mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri atau disebut sebagai penyelenggara pemerintah sendiri atau lokal self-government.
 
 
 
 
Untitled Document
 
 
Copyright © 2006. Rev 2010. Created by Irsyadi S. All Right Reserved.